Skoliosis Kongenital
Skoliosis kongenital adalah suatu kelainan skoliosis yang disebabkan karena terjadinya kelainan struktural pada tulang vertebra yang sudah ada sejak penderita masih dalam kandungan. Biasanya skoliosis ini ditemukan oleh bidan yang menolong persalinan penderita. Jadi ketika penderita baru saja menghirup udara dunia ini, bidan yang kebetulan menolongnya sudah dapat mengamati bahwa sesuatu yang aneh pada tulang belakang penderita terjadi. Skoliosis kongenital ini dapat pula disertai oleh kelainan kongenital lain di organ lain seperti jantung, saluran pencernaan dsb.
Kadangkala kelainan skoliosis kongenital yang ringan tidak ditemukan di bidan, namun ditemukan ketika si bayi sedang dimandikan ibunya. Si ibu penderita biasanya dengan penuh kasih sayang ketika memandikan bayinya meraba tulang belakang anaknya mulai dari leher hingga ke bokong merasakan keanehan tulang belakang anaknya tidak lurus dan tidak sama kiri dan kanan seperti bayi teman2nya (kan biasanya ibu2 ngumpul2 sambil ngegossip ...red). Untuk lebih memastikan kelainan kongenital ini maka kita harus melihat kelainan struktur ini dengan pencitraaan sinar roentgen. Kalau memang kita menemukan adanya kelainan hemivertebra dsbnya maka baru kita bisa mengatakan bahwa penderita mengalami skoliosis kongenital.
rahyussalim

Lantas apa beda skoliosis kongenital dengan skoliosis idiopatik???
Pertanyaan ini seringkali ditanyakan kepada saya oleh ibu2 muda yang memiliki bayi. Suatu hal yang prinsip yang membedakan dua kelainan skoliosis ini adalah pada skoliosis kongenital terdapat kelainan vertebra seperti hemivertebra dimana vertebra yang terbentuk hanya setengahnya, sementara pada kelainan skoliosis idiopatik kita tidak melihat kelainan bentuk seperti ini.
Dua jenis skoliosis ini memiliki konsekwensi yang berbeda. Kalau pada skoliosis kongenital kita cenderung melakukan intervensi segera dengan teknik tertentu untuk mencegah progresifitas dan potensi gangguan saraf dan gangguan paru, sementara pada skoliosis idipatik kita cenderung untuk melakukan intervensi pada usia penderita sudah matur (timbulnya menstruasi pada wanita).
Manakah dari kedua jenis skoliosis ini yang memiliki prognosis yang buruk??? Tentu saja skoliosis kongenital memiliki prognosis lebih buruk. Demikian pula capaian terapinya, capaian terapi terhadap skoliosis kongenital jauh lebih rendah dibandingkan skoliosis idiopatik. Intervensi segera pada skoliosis kongenital pada kondisi memberikan hasil yang jauh lebih memuaskan dibandingkan hasil yang dilakukan terlambat.
Walaupun kasus skoliosis kongenital ini diketahui jauh lebih sedikit dibandingkan dengan skoliosis idiopatik kita tetap perlu mewaspadai kasus ini untuk menghindari keterlambatan intervensi.
Di sini saya berikan contoh gambar foto roentgen skoliosis kongenital yang sudah dewasa.
Saat ini keluhan penderita adalah nyeri yang berlebihan yang sangat mengganggu sepanjang hari sudah tidak mempan dengan obat2an penghilang rasa nyeri.
rahyussalim
Berbagi Meringankan Derita Bangsa