Deteksi Dini Scoliosis
Dalam hal deteksi dini scoliosis, orangtua dan guru memegang peran penting. "Lakukan tes Adam Forward Bend (lihat bawah). Pemeriksaan ini hanya makan waktu 30 detik, namun sangat efektif. Bahkan bisa dilakukan saat pelajaran olahraga di sekolah tanpa membuka baju," saran Dr Tinah Tan.
Karena anak juga banyak menghabiskan waktu di sekolah, sebaiknya guru ikut mengajarkan dan mengawasi postur tubuh yang benar. Baik saat siswa menulis, duduk, berdiri, maupun memegang bolpen.
Bagaimana postur tubuh yang baik?"Dalam keadaan berdiri, usahakan telinga, bahu, lengan, pinggul, dan lutut berada dalam satu garis lurus. Lutut menghadap ke depan dan tarik perut ke arah dalam. Jika duduk, usahakan bagian telinga, bahu, dan panggul dalam keadaan tegak lurus. Jika perlu, daerah panggul diganjal dengan bantal kecil."
Jangan lupa untuk mengkonsumsi asupan nutrisi seimbang yang diiringi dengan olahraga secara teratur. Ternyata mencegah scoliosis tidak terlalu sulit. Sedikit perhatian pada cara duduk dan berdiri, sudah mencukupi. Nasehat Dr Tinah Tan ini agaknya perlu disosialisasikan.
Bagaimana Mengenali Gejala Scolisis?
Scoliosis sebaiknya dideteksi dini. Karena semakin cepat diketahui, makin mudah posisi tulang belakang dibenahi. Inilah lima gejala scoliosis yang bisa dideteksi dengan jelas, menurut Dr Tinah Tan.
• Kepala miring sebelah (heed tilt). Perhatikan, apakah kedua telinga sama tinggi, apakah posisi wajah cenderung ke satu sisi.
• Bahu tidak sama tinggi (shoulder tilt). Perhatikan apakah posisi bahu sama tinggi, ataukah ada satu sisi bahu yang lebih maju ke depan. Perhatikan juga apakah salah satu tulang scapula (belikat) lebih menonjol dari lainnya.
• Pinggul tinggi sebelah (pelvic tilt). Periksa, apakah pinggul kiri dan kanan sejajar, apakah celana atau gaun yang dikenakan dapat melekat sempurna di tubuh bagian bawah. Perhatikan pula panjang celana, kerah baju, dan panjang lengan sama bagian kiri dan kanannya.
• Kaki tidak seimbang (foot flare). Periksa, apakah telapak kaki rata atau ada bagian yang mengarah keluar. Telapak kaki yang bentuknya kurang sempurna, bisa memicu scoliosis. Perhatikan pula, apakah ada keluhan lain di lutut atau pergelangan kaki.
• Lengkungan tulang belakang (spinal curve). Apakah ada bagian punggung yang salah satu sisinya lebih tinggi? Lihat juga, apakah ada semacam penonjolan di wilayah punggung atau penyimpangan bentuk tulang (tulang tidak lurus). Pemeriksaan tulang belakang ini dapat dilakukan menggunakan metode Adam Forward Bend. Caranya, pasien diminta berdiri dengan lutut sejajar dan rapat. Lalu tubuh dibungkukkan 90 derajat ke depan. jika dia menderita scoliosis, akan tampak adanya penyimpangan bentuk tulang atau bagian pnnggung yang tingginya tidak sejajar. Jika pada saat pemeriksaan dicurigai adanya scoliosis, segera lakukan pemeriksaan radiologi untuk mengetahui ukuran derajatnya, lalu ambil tindakan antisipasi.
Sumber. Majalah Nirmala
