Kisah Sukses Skolioser, Segera Dibukukan...!
Dear Temen2 MSI,,,
Masih inget Septi Hanum, skolioser dari Surabaya yang dulu buat skripsi “penerimaan diri penderita skoliosis terhadap kondisi tubuhnya”?
Berangkat dari kesadaran bahwa skoliosis sangat berbeda dengan penyakit batuk yang sebagian besar orang sudah mengenalnya, saya dan hanum berencana akan meneruskannya menjadi sebuah buku.
Seperti yang sudah sering dibahas pada awal pembentukan forum ini, informasi mengenai skoliosis masih sangat minim. Kalaupun ada, masih jarang yang berasal dari penderita itu sendiri. Padahal, pengalaman adalah guru yang paling berharga… dan bagi penderita skoliosis, pengalaman dari penderita lainnya adalah hal yang penting. ini bisa dilihat dari tingginya respon yang ditujukan kepada teman2 yang sudah “berani” menceritakannya di blog masing-masing (bisa juga dilihat dari banyaknya comment dan email yang masuk ke penulis).
Sayangnya cerita-cerita itu masih “susah” untuk didapatkan. Oleh karena itu, kami berencana akan membuat buku tentang life history dari para penderita skoliosis. Kami ingin menyoroti juga dari segi psikis dari penderita maupun keluarganya karna tanpa disadari justru hal itulah yang kadang jadi “yang paling bermasalah” bagi skolioser.
Impian kami, buku ini nantinya bisa menjadi inspirasi dan memotivasi penderita lainnya agar tidak ada lagi kata menyerah, putus asa atau merasa sendiri. Dan kami juga ingin menunjukkan bahwa skoliosis bukan aib; bahwa dengan skoliosis masih banyak yang bisa dilakukan dan tidak jarang yang sukses walaupun dia adalah penderita skoliosis. Jadi bisa dikatakan ini semacam kisah sukses dari penderita skoliosis. Bukan cuma sukses dalam pekerjaan atau pendidikan, tapi yang terpenting adalah sukses melewati cobaan hidup sebagai penderita skoliosis.
Oleh karena itu kami mohon bantuan dari segenap teman2 skolioser yang bersedia kisah hidupnya kami angkat dalam buku ini, baik penderita yang sudah operasi (atau ada tindakan) maupun yang belum dilakukan tindakan apapun. Tanpa bantuan dan kesediaan dari teman2, pengalaman hidup itu tidak akan berguna untuk orang lain….
Kami ingin mengajak semua yang sudah “sukses” melewati masalah skoliosis untuk tidak berdiam diri melihat teman2 yang lain masih terjerembab dalam masalah skoliosis...
Masih inget Septi Hanum, skolioser dari Surabaya yang dulu buat skripsi “penerimaan diri penderita skoliosis terhadap kondisi tubuhnya”?
Berangkat dari kesadaran bahwa skoliosis sangat berbeda dengan penyakit batuk yang sebagian besar orang sudah mengenalnya, saya dan hanum berencana akan meneruskannya menjadi sebuah buku.
Seperti yang sudah sering dibahas pada awal pembentukan forum ini, informasi mengenai skoliosis masih sangat minim. Kalaupun ada, masih jarang yang berasal dari penderita itu sendiri. Padahal, pengalaman adalah guru yang paling berharga… dan bagi penderita skoliosis, pengalaman dari penderita lainnya adalah hal yang penting. ini bisa dilihat dari tingginya respon yang ditujukan kepada teman2 yang sudah “berani” menceritakannya di blog masing-masing (bisa juga dilihat dari banyaknya comment dan email yang masuk ke penulis).
Sayangnya cerita-cerita itu masih “susah” untuk didapatkan. Oleh karena itu, kami berencana akan membuat buku tentang life history dari para penderita skoliosis. Kami ingin menyoroti juga dari segi psikis dari penderita maupun keluarganya karna tanpa disadari justru hal itulah yang kadang jadi “yang paling bermasalah” bagi skolioser.
Impian kami, buku ini nantinya bisa menjadi inspirasi dan memotivasi penderita lainnya agar tidak ada lagi kata menyerah, putus asa atau merasa sendiri. Dan kami juga ingin menunjukkan bahwa skoliosis bukan aib; bahwa dengan skoliosis masih banyak yang bisa dilakukan dan tidak jarang yang sukses walaupun dia adalah penderita skoliosis. Jadi bisa dikatakan ini semacam kisah sukses dari penderita skoliosis. Bukan cuma sukses dalam pekerjaan atau pendidikan, tapi yang terpenting adalah sukses melewati cobaan hidup sebagai penderita skoliosis.
Oleh karena itu kami mohon bantuan dari segenap teman2 skolioser yang bersedia kisah hidupnya kami angkat dalam buku ini, baik penderita yang sudah operasi (atau ada tindakan) maupun yang belum dilakukan tindakan apapun. Tanpa bantuan dan kesediaan dari teman2, pengalaman hidup itu tidak akan berguna untuk orang lain….
Kami ingin mengajak semua yang sudah “sukses” melewati masalah skoliosis untuk tidak berdiam diri melihat teman2 yang lain masih terjerembab dalam masalah skoliosis...